Sejarah, Visi & Misi, Sasaran

Sejarah Berdirinya Sekolah Tinggi Diakones HKBP

Sekolah Tinggi Diakones HKBP (STD HKBP) berkedudukan di Jl. Gereja No. 17 Kapernaum, Balige, Toba 22314 Sumatera Utara-Indonesia, Telp. (0632) 322903, email: stdiakoneshkbp17@gmail.com, website: www.stdhkbp.ac.id, Page Facebook: Sekolah Tinggi Diakones HKBP dan Instagram: std.hkbp.

            Dalam sejarahnya, sebelum HKBP mempunyai tahbisan Diakones, HKBP telah menerima beberapa misionaris termasuk Diakon dan Diakones dari Jerman melalui Rheinish Mission Gesellschaft (RMG) yang kini dikenal dengan United Evangelical Mission (UEM). Pada saat Pdt. DR. I. L. Nommensen memulai misinya di tanah Batak, dia tidak hanya mengikutsertakan Pendeta akan tetapi juga melibatkan para Suster atau Diakones. Pada tahun 1866, Suster atau Diakones telah berpartisipasi dalam pelayanan gereja dan masyarakat di tanah Batak sebagai guru. Pada tahun 1891, Suster Lisette Niemann tiba di Laguboti, sedangkan Suster Thora von Wedell-Jasberg tiba pada tahun 1897. Mereka berasal dari Lembaga Diakones Kaiserswerth Dusseldorf Jerman.

Pada tahun 1922 HKBP semakin memberikan perhatian terhadap pelayanan belas kasih/diakoni sosial, seperti pelayanan di Hephata Laguboti yang telah dimulai oleh Diakon Rittich terhadap orang buta dan cacat lainnya. Kemudian pada tahun 1952 dimulai pelayanan pengasihan di Elim Pematang Siantar khusus untuk menampung dan mendidik anak-anak yatim piatu. Melihat kebutuhan pelayanan ini, tanggal 2 Juni 1952 HKBP mengirim 3 orang putri Batak yang pertama ke Jerman untuk dibekali menjadi Diakones dan mengikuti Sekolah Diakones di Kaiserswerth, yaitu Nuria Dumondom Gultom, Bonaria Hutabarat dan Floriana Lumbantobing. Mereka diberangkatkan oleh Ephorus HKBP Pdt. Dr. Justin Sihombing dalam kebaktian di Gereja HKBP Jl. Cokroaminoto Medan. Ketiga putri Batak tersebut menyelesaikan pendidikannya dengan baik dan menerima pemberkatan sebagai Diakones di gereja Kaiserswerth-Jerman. Sekembalinya tiga Diakones tersebut, HKBP masih mengutus putri Batak secara bertahap ke Sekolah Diakones Kaiserswerth Jerman sampai tahun 1969, mereka semua berjumlah 25 orang. Diakones yang 25 orang tersebut kembali ke Indonesia dan melayani di berbagai pelayanan yang berbeda-beda yaitu di RS GKPS Saribudolok, Panti Asuhan Elim Pematang Siantar, FKIP Universitas HKBP Nommensen Pematang Siantar dan RS HKBP Balige.

             Melihat kebutuhan HKBP yang beranekaragam, maka dalam program HKBP tahun 1968-1972, pimpinan HKBP memikirkan untuk mendirikan Kursus Diakones di tanah Batak. Tahun 1970, Ephorus HKBP Pdt. Dr. T.S. Sihombing mengadakan pertemuan pertama dengan para Diakones di Kapernaum Balige bersama dengan seorang sosiolog Bapak J. J. Tomasoa. Tujuan pertemuan itu adalah untuk membicarakan pendirian Kursus Diakones, termasuk kurikulum, tujuan pendidikan dan guru-guru pengajar yang sesuai dengan kebutuhan gereja dan masyarakat. Pada tanggal 4 Mei 1971, pertemuan kedua kembali dilaksanakan di Rumah Induk Diakones – Kapernaum Balige melalui seminar sehari tentang gagasan pendirian Kursus Diakones yang dihadiri oleh Bapak J. J. Tomasoa bersama dengan para Diakones.

            Akhirnya, Kursus Diakones dimulai pada tanggal 17 Mei 1971 di Gedung kompleks Rumah Sakit HKBP Jl. Gereja Balige dengan lama pendidikan 2 tahun. Mahasiswa yang diterima adalah lulusan SMA/sederajat. Setelah beberapa bulan berlangsung, Kursus Diakones berubah menjadi Pendidikan Diakones HKBP yaitu pada tahun 1972 yang langsung dibina oleh persaudaraan Ikatan Diakoni Wanita (IKADIWA) yang dipimpin oleh Diakones Nuria Dumondom Gultom. Atas dukungan dana dari EZE Jerman, pembangunan gedung kampus di Jl. Onan Raja Balige berlangsung dan tanah tempat bangunan tersebut diberikan hak pakai oleh keluarga Ir. Bisuk Siahaan.

            Pembangunan fisik yang diselenggarakan adalah mencakup pembangunan gedung utama dengan segala peralatan seperti ruang kelas dua unit, ruang kantor dua unit, ruang kebaktian satu unit, ruang perpustakaan satu unit, ruang duduk/tamu satu unit, kamar tidur enam unit, ruang makan satu unit, dapur satu unit, kamar mandi/toilet/kamar cuci sembilan unit, instalasi air leding, kamar jahit/menyetrika satu unit serta gudang barang empat unit. Disamping itu, pembangunan gedung dua yaitu rumah Pemimpin Pendidikan Diakones dengan segala peralatan dan inventarisnya juga dilaksanakan. Kemudian, tahapan ketiga yang disebut dengan pembangunan gedung tiga yaitu mencakup pembangunan rumah ibu asrama dengan segala peralatan dan inventarisnya.

            Pada tahun 1982, Pendidikan ini disahkan menjadi salah satu Lembaga Pendidikan di HKBP yang dinamakan “Lembaga Pendidikan Diakones HKBP”. Sejak itu keinginan putri-putri Kristen untuk memasuki Lembaga Pendidikan Diakones semakin meningkat. Awalnya mahasiswa yang mendaftar di bawah 10 dan setelah resmi menjadi Lembaga Pendidikan Diakones HKBP pendaftar meningkat menjadi 15 bahkan sampai 20 orang setiap tahun. Dalam Sinode Agung HKBP tahun 1982, salah satu keputusannya adalah agar semua alumni Lembaga Pendidikan Diakones HKBP menerima tohonan (tahbisan) Diakones. Maka penahbisan pertama dilaksanakan pada tanggal 28 Agustus 1983 untuk 24 orang di gereja HKBP Balige dipimpin oleh Ephorus HKBP Pdt. G.H.M. Siahaan.  Kemudian pada Tahun Ajaran 1989/1990 terjadi perubahan, yang tadinya program pendidikan 2 tahun menjadi 3 tahun sesuai dengan keputusan Sinode Agung HKBP tahun 1988 di Pematang Siantar.

            Dari tahun ke tahun, Lembaga Pendidikan Diakones HKBP semakin menunjukkan identitasnya. Gedung kampus dan asrama yang megah dengan fasilitas yang lengkap serta proses pembinaan dan pengajaran oleh para tenaga pendidik berlangsung dengan kondusif. Namun, pada 20 September 1993, kompleks yang indah tersebut terpaksa ditinggalkan. Konflik di tubuh HKBP memaksa Lembaga Pendidikan Diakones HKBP yang sudah 22 tahun belajar di Jl. Onan Raja Balige harus pindah ke Tarutung. Dalam proses kemelut HKBP yang berkepanjangan, maka selama delapan tahun seluruh aktivitas Lembaga Pendidikan Diakones HKBP berlangsung di Jl. SM. Raja No. 133 Tarutung, Tapanuli Utara. Setelah rekonsiliasi sejak Desember 1998, HKBP mengupayakan agar Lembaga Pendidikan Diakones HKBP kembali ke kampus di Onan Raja Balige. Namun, hal yang dipergumulkan dalam doa tersebut belum terlaksana.

            Pada 1 September 1999, HKBP menugaskan Diak. Serepina Sitanggang, MRE sebagai Direktris Pendidikan Diakones HKBP sesuai SK No. 93/Diak/SKP/1999. Namun demikian, pelantikannya baru terlaksana pada hari Senin, 6 Agustus 2001 di HKBP Balige oleh Ompu i Ephorus HKBP Pdt. Dr. JR. Hutauruk. Tepat pada hari itu juga Lembaga Pendidikan Diakones HKBP secara resmi pindah dari Tarutung ke Rumah Induk Diakones HKBP di Jl. Gereja No. 17 Kapernaum, Balige 22314, Tobasa. Di masa kepemimpinannya, Diak. Serepina Sitanggang, MRE membangun dan merenovasi fasilitas kampus berupa kantor, ruang kuliah, perpustakaan, kapelle, laboratorium bahasa dan asrama serta pengadaan transportasi yang dapat mendukung penyelenggaraan pembelajaran di Lembaga Pendidikan Diakones HKBP. Selain itu, beliau juga mempersiapkan ketenagaan melalui studi lanjut di dalam dan luar negeri.

            Perkembangan selanjutnya, tim Kementerian Agama RI Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen bersama dengan Ketua STT HKBP mengadakan visitasi pada tanggal 25 April 2013 dan mendapat sambutan dari Pimpinan HKBP. Kemudian pada tanggal 8 Mei 2013, lembaga ini berubah nama menjadi Sekolah Tinggi Diakones HKBP Program Stratum Satu (S1) dengan SK No. DJ.III/Kep/HK.00.5/195/2013. Pada tanggal 29 Desember 2015 Program Studi Sekolah Tinggi Diakones HKBP terakreditasi oleh BAN-PT dengan SK No. 1262/SK/BAN-PT/Akred/S/XII/2015. Dalam rangka meningkatkan mutu STD HKBP menyelenggarakan berbagai seminar, workshop, pelatihan dan kuliah umum bagi sivitas akademika, alumni dan masyarakat dengan mengundang narasumber dari dalam dan luar negeri. STD HKBP melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui pemberdayaan jemaat, menghasilkan penelitian, buku cetak ber- ISBN dan jurnal ber-ISSN. Selain itu, STD HKBP juga membangun website dan sistem informasi perpustakaan pada tahun 2016.

            STD HKBP terus berbenah untuk meningkatkan mutu pendidikan sehingga pada tahun 2019 terakreditasi secara institusi dengan SK BAN-PT No. 153/SK/BAN-PT/Akred/PT/IV/2019 dengan peringkat “B”. Pada tahun yang sama, STD HKBP mengadakan pembangunan Sistem Informasi Akademik (SIAKAD), Sistem Informasi Keuangan (SISKEU), Sistem Informasi Jurnal dan Repositori. Terhitung tanggal 5 Januari 2021, STD HKBP kembali menerima perpanjangan akreditasi program studi dengan SK BAN-PT No. 86/SK/BAN-PT/Akred/S/I/2021 dengan peringkat ”Baik”.           

            Perkembangan selanjutnya, terhitung tanggal 1 Pebruari 2021, Diak. Dr. Eleven Sihotang menerima Surat Ketetapan (SK) untuk melanjutkan tugas dan kepemimpinan  Diak. Dr. Serepina Sitanggang. Serah terima kepemimpinan tersebut dilaksanakan pada tanggal 18 Pebruari 2021. Sesuai dengan kebutuhan kehidupan bersama di kompleks Rumah Induk Diakones dan STD HKBP yang tinggal di tempat yang sama, maka pada bulan Mei 2023 renovasi kamar tidur Diakones senior dan pembangunan ruang resepsionis, ruang kuliah, kamar tidur, garasi dan gerbang utama kampus dilaksanakan dan renovasi/pembangunan tersebut selesai pada bulan Pebruari 2024. Selanjutnya, renovasi dapur dan area jemuran dilaksanakan pada bulan Juni hingga Oktober 2024. Di tengah berlangsungnya pembangunan fisik, STD HKBP senantiasa memberi perhatian peningkatan mutu tridarma. Terhitung tanggal 19 Maret 2024, STD HKBP menerima perpanjangan akreditasi institusi dengan SK BAN-PT No. 260/SK/BAN-PT/Ak.Ppj/PT/III/2024 dengan peringkat ”B”.

            STD HKBP senantiasa berbenah diri dengan terus menerus meningkatkan Tridharma Perguruan Tinggi melalui berbagai kegiatan sehingga tetap eksis dalam menbentuk generasi penerus bangsa, gereja serta pelayan diakonia di tengah-tengah jemaat dan masyarakat. Dengan perkembangan IPTEKS saat ini, STD HKBP senantiasa berkomitmen untuk tetap berdiakonia sepenuh hati. Dalam meningkatkan kualitas secara berkelanjutan, STD HKBP untuk saat ini berfokus meningkatkan mutu sumber daya manusia (tenaga pendidik dan kependidikan) yang akan berdampak pada pengembangan program studi dan institusi.

Visi

Sekolah Tinggi yang menghasilkan diakones/pekerja sosial gereja dan konselor pastoral yang memedulikan kaum marginal dan membutuhkan.

Misi

1. Menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas dan relevan sesuai dengan ebutuhan gereja dan masyarakat melalui ilmu teologi diakonia pelayan sosial dan ilmu kesehatan.
2. Menyelenggarakan sistem persekutuan yang berdiakonia untuk pengembangan sumber daya manusia yang mandiri dan profesional secara berkelanjutan.
3. Menyelenggarakan pendampingan/konseling pastoral secara holistik
4. Menyelenggarakan penelitian dan pengabdian dalam bidang diakonia dan konseling pastoral.
5. Menyelenggarakan dan meningkatka kerjasama dengan gereja dan masyarakat di tingkat lokal, nasional dan internasional

Tujuan

  1. Menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan akademi di bidang teologi, sosial dan kesehatan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan pastoral konseling yang berdiakonia.
  2. Menghasilkan lulusan yang memiliki karakter, dedikasi yang tinggi serta mencerminkan nilai-nilai Kristiani dalam berkehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
  3. Menghasilkan penelitian dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui penanganan masalah-masalah sosial di tengah-tengah gereja dan masyarakat dalam rangka mengimplementasikan visi sekolah tinggi.
  4. Menghasilkan hubungan kerjasama di tingkat lokal, nasional dan internasional dalam rangka mendukung kegiatan Tridharma dan memperluas penempatan lulusan.

Sasaran

  1. Terwujudnya komunitas kristiani yang beriman, professional, bermoral serta mampu berperan aktif membangun bangsa dan Negara melalui profesinya di bidang Pastoral Konseling yang berdiakonia dengan prinsip “Melayani Sepenuh Hati”.
  2. Tersedianya tenaga konselor yang berdedikasi tinggi dan ahli di bidangnya dalam melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi serta menanamkan nilai-nilai kristiani.
  3. Tersedianya sarana dan prasarana yang memadai dan berkualitas untuk mendukung pengelolaan pendidikan dan pengajaran yang bermutu.

Sekolah Tinggi Diakones HKBP merupakan institusi pendidikan tinggi yang berkomitmen membentuk pribadi yang beriman, berkarakter, kompeten, dan siap melayani gereja serta masyarakat.

Profil

Sejarah, Visi, Misi, Tujuan & Sasaran

Struktur Organisasi

Dosen & Tenaga Pendidik

Akademik

Program Studi

Visi & Misi Program Studi

Kurikulum

Sistem Pendidikan

Kehidupan Kampus

Fasilitas Utama & Pendukung

GGPM

GJM

Organisasi Senat Mahasiswa

Company Info

Copyrights© 2026 Sekolah Tinggi Diakones HKBP. All rights.